Penderitaan Yang Dihadapkan Untuk Warga Rohingya

Tak ada cara yang bisa membuktikan secara independen terkait pengakuan yang dialami oleh warga Rohingya, akses untuk bisa ke negara bagian di Rakhine sangat dibatasi. Bahkan militer Myanmar dengan tegas membantah tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada mereka, mereka mengaku hanya memburu para milisi Rohingya yang telah menyerang pos mereka.

 

Pengungsi warga Rohingya tenggelam di sungai Naf

Rute untuk melalui sungai naf langsung tak dapat diakses karena telah ditutup oleh pihak Bangladesh yang mencegah kedatangan warga Rohingya melalui arah tersebut, hal ini disebabkan karena beberapa warga Rohingya tenggelam saat melaluka upaya menyeberangi perbatasan sehingga harus memutar jalan ke arah laut lebih dulu sehingga lebih banyak memakan waktu yang harusnya 1 jam namun menjadi 6 jam.

 

Tiga perahu di isi oleh warga Rohingya yang ingin mengungsi ke Bangladesh harus mengalami tragedi yang memprihatikan, terdapat 26 warga Rohingya yang ditemukan tewas akibat tragedi tersebut. Letkol Ariful Islam komandan perbatasan Bangladesh menjelaskan ada tiga perahu mengangkut warga Rohingya yang tenggelam di sungai naf. 15 orang diantaranya ialah anak-anak dan 11 lainnya perempuan, diantara 26 warga Rohingya yang tewas tak ada satupun jasad yang dikenali oleh warga rohingya lainnya yang berhasil selamat di Bangladesh.

 

Adapun perahu yang ditumpangi oleh warga Rohingya tersebut sangat reot sangat kurang layak untuk di gunakan terlebih warga yang mengisi perahu tersebut melebihi kapasitas sehingga sangat membahayakan yang akhirnya harus tenggelam di sungai Naf hingga menewaskan puluhan warga Rohingya.

 

Anak-anak Rohingya belum temukan orang tua mereka

Lebih dari sekitar 150 anak-anak warga Rohingya yang berhasil mengungsi ke Bangladesh belum bertemu orang tuanya, mereka terpisah saat sama-sama menyelamatkan diri dan meninggalkan desa mereka, salah satu anak menceritakan tentang dirinya yang berusaha mencari kedua orang tuanya, dirinya mencari infomasi tentang keberadaan orang tuanya poker88 ketika ada warga Rohingya yang sampai ke Bangladesh atau kepada tetangga jika mengetahui keberadaannya.

 

Ditengah-tengah kepanikan saat aparat keamanan Myanmar yang dibantu oleh sekelompok radikal datang menyerang, anak tersebut beserta kedua orang tuanya dan tiga saudara lainnya melarikan diri dari rumah mereka di Rakhine. Ketika sekelompok radikal tersebut datang untuk menyerang desa mereka, anak tersebut menceritakan jika mereka harus lari dan masing-masing berusaha untuk bersembunyi dimanapun. Pada saat itulah dirinya kehilangan kedua orang tuanya hingga sekarang.

 

Hingga saat ini, anak tersebut masih berada dibawah pantauan  (unicef) badan anak-anak PBB yang telah bekerja sama bersama pekerja sosial di tenda/kamp pengungsian. Anak tersebut merupakan salah satu dari 169 anak-anak yang telah terpisah dengan kedua orang tuanya ataupun datang ke pengungsian Bangladesh tanpa adanya wali resmi.

Kabar menggembirakan juga datang dari mereka yang telah bertemu dengan orang tuanya, sedikitnya ada 15 anak yang telah berhasil bertemu dengan kedua orang tua mereka maupun keluarga terdekat. Meskipun perlu waktu harapan untuk bisa berkumpul dengan kedua orag tua masih diharapkan oleh anak-anak Rohingya yang terpisah dari keluarga mereka.

 

Sementara masih terpisah dengan kedua orang tua atau keluarga dan masih melakukan pelacakan, anak-anak Rohingya yang masih belum bertemu orang tua atau yang telah kehilangan kedua orang tuanya rutin mengikuti berbagai kegiatan dipusat belajar yang dilakukan di kamp kutupalong. Pusat belajar tersebutpun dibuat seadanya dengan atap terpal yang bocor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *