AS Minta Rusia dan Cina Bertindak Untuk Tanggapi Rudal Korut

Amerika Serikat secara tegas meminta kepada Rusia dan Cina untuk segera mengambil “tindakan langsung” untuk mengendalikan Korut yang baru-baru ini meluncurkan peluru kendali balistik yang melintasi Jepang. Hal ini juga berkaitan dengan keamanan dunia yang dikhawatirkan banyak orang.

Desakan dari Menlu Amerika Serikat

“Cina memasok Korut dengan sebagian besar minyak mereka. rusia juga majikan yang paling besar bagi para buruh paksa Korea Utara,” kata Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri AS dalam pernyataan yang dilansir dari AFP, Jumat, 15 September 2017. “Cina dan Rusia harus mengindikasikan sikan intolerensinya terhadap apa yang dilakukan Korut, peluncuran rudal serampangan ini. mereka harus bertindak dengan mengambil sebuah tindakan langsung,” sambungnya.

Rudal tersebut diluncurkan dari dekat Kota Pyongyang menyusul sebuah sanksi yang kedelapan yang mana bersalah dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait dengan progtam rudal balistik dan juga senjata nuklir Korea Utara. Tillerson mengungkapkan bahwa, hukuman yang paling baru itu adalah sebuah “dasar, bukanlah batasan dari tindakan yang harus kita ambil. Kami meminta semua negara yang ada di dunia untuk mengambil langkah baru terhadap rezim Korea Utara ini (Rezim Kim Jong Un.” Menurut Gedung Putih, Presiden Donald Trump telah diberitahu soal ini namun belum memberikan komentarnya.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB membuat jadwal rapat darurat tertutup yang dilaksanakan pada jam 19.00 GMT atas permintaan Amerika Serikat dan Jepang. Seruan bertindak yang diluncurkan oleh Tillerson diberikan selang beberapa jam sesudah komando regional AS menginfirmasi Korea Utara sudah menembakkan rudal balistiknya dengan jarak menengah melintasi Jepang menuju ke Samudra Pasifik. Tembakan itu disebutkan tak mengancam Amerika Utara.

Ini merupakan kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan Korea Utara menembakkan rudal balistiknya melintasi Jepang. Kementrian Pertahanan Seoul mengatakan bahwa rudal terbaru tersebut terbang jauhnya 3.700 KM dan rudal itu juga mencapai ketinggian kurang lebih jauh dari IRBM Hwasong-12 yang aman saat itu diluncurkan pada Agustus kemarin.

Peluncuran rudal tersebut segera diikuti oleh uji coba nuklir yang diluncurkan pada tanggal 3 September 2017. Uji coba yang mana diklaim sebagai bom hydrogen itu merupakan yang paling kuat sejauh ini. korea Utara sendiri menyatakan bahwa senjata itu sudah bisa dipasangkan di hulu ledak rudal.

Korsel Juga Balas Luncurkan Rudal

Menanggapi apa yang dilakukan oleh Korea Utara di mana mereka meluncurkan rudal balistik melintasi Jepang, Korea Selatan langsung saja menggelar sebuah “latihan tembak peluru hidup”. Tidak hanya itu, Korea Selatan juga diklaim menembakkan senjata poker88 yang diyakini bisa mencapai lokasi dari peluncuran rudal balistik Korut itu.

Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan menyatakan bahwa rudal dari pihaknya bisa mencapai bandara Sunan yang ada di dekat Pyongyang di mana tempat itu dijadikan tempat peluncuran oleh tentara Kim Jong Un itu. rudal dari Korea Setalan diluncurkan dari pesisir timur. Ia menyatakan bahwa peluncuran itu adalah bentuk “penunjukkan kekuatan merespons provokasi paling baru Korea Utara. Hal itu dikatakan oleh pejabat Seoul dilansir dari CNN pada hari Jumat (15/9) hari ini.

Moon Jae, Presiden Korea Selatan, juga dikabarkan menggelar sebuah rapat keamanan nasional menyusul peluncuran itu. hal ini dikemukakan oleh seorang pejabat kantor. Tindakan provokatif yang juga sama dari Pyongyang yang mana dilakukan Agustus kemarin bisa mengancam keamanan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *