Punya Anak di Usia Tiga Puluhan Bisa Panjangkan Umur?

Bagi Anda yang akan menikah, pasti umumnya para dokter ahli kandungan akan menyarankan Anda mempunyai anak di bawah usia 30 tahun. Wanita yang sudah menginjak usia 30 tahunan ke atas dikatakan lebih banyak mempunyai risiko tidak bisa hamil karena penurunan kualitas dan juga kuantitas telur.

Studi Lain Menunjukkan Hal yang Berbeda

Akan tetapi ada sebuah studi yang menunjukkan hasil yang berbeda. Satu studi ini mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki bayi pada saat usia mereka 30an ke atas justru bisa berumur lebih panjang. Studi yang diterbitkan oleh Journal of Public Health ini menyebutkan bahwa meningkatnya usia sang ibu saat hamil akan meningkatkan harapan ibu jadi panjang hingga usia 65 tahun. Artinya, wanita yang melahirkan pada usia tua atau pada usia di atas 30 tahun akan hidup lebih lama.

Dikutip dari Daily Mail pada hari Minggu (30/7), studi tersebut mengatakan, “Wanita yang melahirkan terlambat akan cenderung hidup lebih lama, dan gen yang mana memungkinkan untuk kehamilan yang terlambat itu lah yang memberikan manfaat untuk rentang kehidupan.”

Peneliti-peneliti dari Universitas Coimbra, Portugal, juga meneliti data kelahiran dan juga harapan hidup dari seluruh Uni Eropa termasuk juga di Inggris. Sekarang ini, rata-rata wanita pada usia 30 tahun baru mempunyai anak pertama. Masih belum jelas juga mengapa wanita yang memiliki anak pertama terlambat, pada usia 30an mempunyai harapan hidup yang lebih panjang. Beberapa ahli pasalnya mengatakan bahwa hal ini dikarenakan latar belakang personal yang mana punya peran besar.

Lord Winston, ahli kesuburan, mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa para wanita itu mempunyai harapan hidup yang lebih panjang. Menurutnya, para wanita ini melahirkan dalam usia 30an tahun ke atas yang cenderung mempunyai status sosial dan juga pendapatan yang lebih baik. “Semua tahu bahwa orang yang memiliki pendidikan tinggi biasanya memiliki pendapatan yang lebih baik dan juga punya umur yang lebih panjang karena mereka bisa mendapatkan gaya hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.

Namun Jangan Menunda Kehamilan

Sementara itu,Raj Mathur, penasihat politik dari British Fertility Society, memberikan peringatan agar hasil studi dewa poker ini jangan sampai membuat wanita-wanita menunda kehamilan. “Kita semua harus berhati-hati menggunakan data ini untuk alasan menunda kehamilan karena wanita yang mencoba mempunyai anak di usia 30 sampai 40an tahun cenderung harus berusaha lebih keras,” tegasnya.

Studi lainnya yang mana dipublikasikan di jurnal menopause melaporkan bahwasanya wanita yang melahirkan di atas usia 30an tahun mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mempunyai tanda-tanda ‘umur panjang’ pada DNA-nya. Ahli-ahli dari Amerika mempelajari sebanyak 400 wanita yang usianya 70an tahun yang pada saat usia 30an tahun mereka baru memiliki anak.

Mereka meneliti panjang telemore atau yang juga dikenal dengan bagian paling ujung dari DNA linear. Telemore sendiri berperan dalam menjaga stabilitas dari genom tiap sel. Telemore yang pendek sering sekali diasosiasikan pada harapan hidup yang pendek, dan para peneliti ini mengatakan bahwa wanita yang lebih tua pada saat mereka melahirkan anak pertama mereka, punya kemungkinan dia atau tiga untuk memiliki telemore yang lebih panjang daripada mereka yang melahirkan anak terakhir mereka pada usia 29an tahun ke bawah.

Studi ini membuka komentar banyak dari para netizen termasuk mereka yang berencana memiliki momongan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda percaya bahwa memiliki anak di usia lebih dari 30 tahun akan memperpanjang usia Anda?

Perubahan Gaya Hidup Dapat Kurangi Risiko Demensia

Menurut sebuah studi internasional di Lancet, satu dari tiga kasus demensia dapat dicegah jika lebih banyak orang menjaga kesehatan otak mereka sepanjang hidup. Studi ini dipresentasikan di Alzheimer’s Association International Conference di London. Jadi, bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit demensia ini, sebaiknya selalu menjaga kesehatan dan gaya hidup yang sehat pula.

Apa itu Demensia

Demensia adalah istilah keseluruhan untuk serangkaian gejala yang disebabkan oleh gangguan yang mempengaruhi otak. Gejalanya termasuk kehilangan memori dan kesulitan dengan berpikir, pemecahan masalah atau bahasa. Ini bisa menjadi parah karena dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seseorang dengan demensia mungkin juga mengalami perubahan mood atau perilaku.

Demensia bersifat progresif, yang berarti gejalanya akan bertambah parah seiring semakin banyak sel otak yang rusak dan akhirnya mati. Demensia juga bukanlah penyakit yang spesifik. Banyak penyakit dapat menyebabkan demensia, termasuk penyakit Alzheimer, demensia vaskular (karena stroke), penyakit tubuh Lewy, trauma kepala, demensia fronto-temporal, penyakit Creutzfeldt-Jakob, penyakit Parkinson, dan penyakit Huntington. Kondisi ini bisa memiliki gejala serupa dan tumpang tindih.

Beberapa kondisi yang bisa diobati dapat menghasilkan gejala yang mirip dengan demensia, misalnya kekurangan vitamin, penyakit tiroid, gangguan tidur, atau penyakit jiwa. Oleh karena itu penting untuk mengatur penilaian medis secara penuh sedini mungkin.

Banyak Penderita Demensia di Tahun Depan

“Meskipun demensia didiagnosis di kemudian hari, perubahan otak biasanya mulai berkembang bertahun-tahun sebelumnya. Bertindak sekarang akan sangat memperbaiki kehidupan orang-orang dengan demensia dan keluarga mereka dan, dengan berbuat demikian, akan mengubah masa depan masyarakat.” kata pemimpin penulis Prof Gill Livingston, dari University College London.

Pada tahun 2050, 131 juta orang bisa hidup dengan demensia secara global. Diperkirakan ada 47 juta orang dengan kondisinya saat ini. Laporan tersebut, yang menggabungkan 24 ahli internasional, mengatakan bahwa faktor gaya hidup dapat memainkan peran utama dalam meningkatkan atau mengurangi risiko demensia seseorang.

Faktor yang dapat menjadi penyebab demensia adalah;

  • Gangguan pendengaran pada usia lanjut – 9%
  • Gagal menyelesaikan pendidikan menengah – 8%
  • Merokok – 5%
  • Depresi – 4%
  • Ketidakaktifan fisik – 3%
  • Isolasi sosial – 2%
  • Tekanan darah tinggi – 2%
  • Obesitas – 1%
  • Diabetes tipe 2 – 1%

Resiko dari beberapa hal di atas dapat kemudian meningkat hingga 35%. Sedangkan sebanyak 65% risiko demensia lainnya berada di luar kendali individu.

Solusi Pencegahan Demensia

Kegagalan untuk menyelesaikan pendidikan TOGEL ONLINE menengah merupakan faktor risiko utama, dan penulis menyarankan agar individu terus belajar sepanjang hidup cenderung membangun cadangan otak tambahan. Faktor risiko utama lainnya adalah gangguan pendengaran pada usia paruh baya – para periset mengatakan bahwa ini dapat membuat orang-orang memiliki lingkungan yang kaya akan kognitif dan menyebabkan isolasi dan depresi sosial, yang merupakan salah satu faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi.

Pesan penting lainnya dari laporan ini adalah bahwa apa yang baik untuk jantung itu baik untuk otak. Tidak merokok, berolahraga, menjaga berat badan tetap, mengobati tekanan darah tinggi dan diabetes semuanya dapat mengurangi risiko demensia, serta penyakit kardiovaskular, dan kanker. Tetap aktif secara fisik juga dapat membantu menangkal risiko demensia

Dr Doug Brown, direktur penelitian di Alzheimer’s Society, mengatakan: “Meskipun tidak dapat dihindari, demensia saat ini ditetapkan sebagai pembunuh terbesar abad ke 21. Kita semua perlu menyadari risikonya dan mulai membuat perubahan gaya hidup yang positif.”

Tips Nonton Film Sendirian

Anda seorang movie freak dan seluruh geng Anda sudah bosan harus menghabiskan setiap waktu luang dengan nonton bioskop bersama Anda, percayalah bahwa ini bukanlah masalah besar. Daripada penasaran dengan film terbaru yang ingin sekali Anda tonton, berangkat saja sendiri. Pertama mungkin Anda khawatir akan mati gaya atau awkward saat berada di dalam biokop, tetapi tenang saja karena tips berikut pasti bisa membantu Anda.

 

Agar tak canggung nonton film  sendirian

Beberapa cara berikut ini pasti akan membuat Anda ketagihan nonton sendirian daripada harus menyeret orang lain untuk menemani  Anda.

 

Pilih film yang memang benar-benar ingin ditonton

Untuk para penggemar film yang harus nonton sendirian pastikan film  pilihan Anda memang benar-benar ingin ditonton atau membuat penasaran. Paling tidak Anda sudah mengetahui synopsis dan reviewnya sehingga Anda bisa berkonsentrasi pada jalan cerita film tersebut sehingga tak perlu berinteraksi dengan orang lain. Sedikit saran saja sebaiknya tak perlu menonton film yang menuntut orang untuk berpikir keras seperti misalnya Da Vinci Code karena tak ada teman yang bisa diajak berdiskusi atau saat Anda ingin bertanya. Pilih saja film-film seru seperti Wonder Woman, Mission Impossible, atau mungkin film komedi romantis.

 

Beli cemilan

Daripada merasa canggung saat orang-orang melihat aneh Anda yang nonton sendirian sebaiknya sibukkan diri dengan mengunyah pop corn atau minum cola. Dengan demikian Anda akan tampak seperti orang yang sangat percaya diri dan bisa melakukan berbagai macam hal sendiri termasuk nonton film di bioskop.

 

Memilih kursi yang tepat

Posisi kursi di bioskop akan mempengaruhi kenyamanan saat nonton termasuk saat Anda tengah nonton sendirian. Seat yang paling direkomendasikan adalah deretan B di kursi sudut yang berdempetan dengan tembok dan bila memungkinkan ambillah jarak dengan penonton lain sejauh satu atau beberapa kursi. Untuk Anda yang ingin segera keluar dari gedung setelah film berakhir kursi yang berada di ujung dekat jalan bisa menjadi alternatif pilihan, dengan demikian orang tak perlu tahu kalau Anda nonton sendirian.

 

Tentukan  momen masuk serta keluar gedung

Bagi Anda yang nonton sendirian Anda bisa memilih untuk masuk studio menjelang film saat lampu sudah dimatikan. Dengan demikian tak akan terlalu terlihat bahwa Anda duduk sendirian di sudut. Lalu saat keluar dari studio Anda bisa bersama-sama pengunjung lainnya dan membaur sehingga tak terlalu mencolok bahwa Anda tadi nonton seorang diri.

 

Jam tayang midnight

Ini adalah alternatif terakhir bila Anda masih merasa malu nonton film bandar togel sgp sendirian yaitu memilih jadwal tengah malam. Ini biasanya menjadi pilihan orang yang menginginkan kenyamanan dan privasi karena penonton yang lain tak akan terlalu banyak. Keunggulan lainnya adalah  penonton yang memilih waktu tayang tengah malam adalah mereka yang cuek,  mereka akan focus pada jalan cerita dan tak terlalu memperhatikan orang lain. Jadi tak perlu merasa malu, bukan?

 

Sebenarnya menonton film sendirian di bioskop adalah sesuatu yang saat ini dapat dikatakan sangat wajar terutama di kota-kota besar, jadi jangan ragu mencoba tips di atas untuk memperoleh pengalaman baru ini.

 

Terlepas dari apakah Anda nonton sendirian atau bersama-sama hobby nonton film sesungguhnya membawa banyak manfaat untuk Anda, antara lain adalah: Belajar bahasa asing bila Anda suka menonton film mancanegara, secara tak langsung bisa mempelajari budaya Negara-negara lain, memperoleh pelajaran dari film yang ditonton baik pesan moral, hikmah, atau yang lainnya, dan terakhir tentu saja bisa menjadi ajang hiburan untuk  melepas stress akibat rutinitas harian.