Kekhawatiran Reza Rahadian terhadap Filmnya, Gerbang Neraka

Tak bisa disangkal lagi kalau nama Reza Rahadian sudah menjadi salah satu aktor laris manis dalam industri film Indonesia. Aktingnya dalam memainkan berbagai peran tak bisa diragukan lagi. Ia terlihat sangat memukau memainkan berbagai peran dari antagonis sampai protagonis. Namun yang unik, aktor sekelas Reza Rahadian malahan merasa pesimis akan suksesnya film terbarunya, Gerbang Neraka.

Bareng dengan Film-Film Hollywood

Siapa sangka Reza malah merasa pesimis atas suksesnya film Gerbang Neraka yang menjadi film terbarunya? Padalah setiap filmnya, makin ke sini, makin banyak diminati. Hal ini dikarenakan aktingnya dalam setiap film selalu bagus, dan maka dari itu tak ayal banyak yang percaya film yang dibintanginya pastilah bagus. Namun ia sendiri malah pesimis dengan film Gerbang Neraka yang ia bintangi. Ungkapnya, “Sebenarnya promo sendiri kan belum banyak. Jadi nggak tahu. Ada worry-nya sih, bahwa dengan promo yang mana nggak terlalu banyak balik lagi ya itu masih jadi salah satu faktor yang cukup penting juga.”

Reza yang ditemui di Jakarta pada hari Rabu (13/9)kemarin menambahkan, “Ya mudah-mudahan bisa jalan flmnya. Karena kita juga tidak boleh lupa kalau banyak film yang berhasil dan sukses di pasaran karena promosinya yang baik dan juga ngga Cuma konten yang baik.” Memang film Gerbang Neraka dirilis bebarengan dengan beberapa film dari Hollywood. Dan ini juga menjadi salah satu yang menyebabkan kekhawatiran Reza makin tinggi. “Dengan opening day 70 layar, ya, we’ll see. Not bad, tapi kita lihat saja nanti lah ya sama sama,” ujarnya.

Harapan Reza Jika Film Horornya Sukses

Gerbang Neraka adalah film horor yang termasuk dalam kategori jarang dimainkan oleh Reza. Apabila film ini nantinya sukses, ia berharap bahwa akan makin banyak produser dan pembuat film yang membuat film horor dengan plot atau jalan cerita yang beda yaitu dengan memasukkan unsure komedi sedikit dan juga sejarah di dalamnya. “Tapi kalau memang filmnya ngga sukses maka akan membenarkan opini jangan buat film horor yang terlalu rumit. Jadi sebenarnya balik lagi ke angka sih.kalau misal film ini angkanya bagus, jadi kan produser pastinya berani untuk membuat film-film horor dengan motif yang beda atau dengan film adventure atau fantasi yang beda juga,” imbuhnya. “Tapi kalau ini tidak berhasil secara angka di pasaran, maka aku merasa kayanya nggak akan memberikan banyak pengaruh untuk perubahan iklim dari film dengan genre-genre kaya gini.”

Film Gerbang Neraka ini merupakan film horor adventure yang bisa dibilang masih belum banyak dibuat di Indonesia. Proses syutingnya sebenarnya sudah dimulai sejak 2 tahun yang lalu. hal ini karena Gerbang Neraka pasalnya melewati proses produksi judi bola yang lama dikarenakan butuh banyak waktu disebabkan oleh penggunaan banyak bantuan dengan CGI (Computer Generated Imagery).

Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diproduseri oleh Robert Ronny yang mana juga mengambil bagian dalam menulis naskahnya. Tidak hanya melalui proses CGI yang lama, namun juga proses diskusi serta riset yang lama juga, kira-kira sampai 6 bulan lamanya. Risetnya sendiri dilakukan oleh sang sutradari, Rizal, dan Ronny juga sebelum produksi. Hal ini dilakukan agar bisa mematangkan cerita dan juga para karakternya.

Mulai 20 September esok, rencananya film Gerbang Neraka akan diputar secara serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Dan dalam film ini, Reza akan memerankan tokoh jurnalis yang bernama Tomo. Ia akan beradu acting dengan aktris Julie Estelle yang memerankan tokoh dokter bernama Arni. Ada juga Dwi Sasono yang memerankan tokoh bernama Guntur Samudra, seorang paranormal.

Film Bertema Poligami Di Tanah Air

Hingga saat ini poligami bagi kebanyakan orang masih merupakan tema yang sensitive dan controversial untuk dibahas walaupun istilah tersebut sudah sangat akrab dalam keseharian kita. Beberapa orang mungkin setuju dengan alasan agama tetapi banyak pula lainnya yang membenci bahkan sangat anti dengan gaya hidup yang satu ini. Tema tersebut juga sempat diangkat pada beberapa film dan kebanyakan memang sukses di pasaran seperti misalnya Ayat-Ayat Cinta 1 yang diproduksi hampir sepuluh tahun yang lalu atau yang terbaru adalah Surga Yang Tak Dirindukan. Kedua film tersebut bahkan dibuat sekuelnya karena tingginya minat masyarakat pecinta film. Lalu apa alasannya film-film demikian ini laris di pasaran? Simak ulasannya berikut ini.

 

Alasan film bertema poligami laris di tanah air

Walaupun banyak orang yang kontra dengan keputusan untuk berpoligami tetapi film-film dengan tema demikian tak dapat disangkal justru diterima dengan baik oleh masyarakat kita. Lalu apa sebenarnya alasan orang hingga berbondong-bondong menontonnya?

 

  1. Film bertema poligami pada umumnya mengharukan dan membuat para penonton berempati terutama pada tokoh istri pertama togel singapore yang harus rela kehidupan rumah tangganya dimasuki oleh wanita kedua.
  2. Beberapa film bertema poligami memang mempunyai soundtrack lagu yang bagus dan digarap oleh penyanyi professional misalnya, Melly Goeslaw dan Sherina pada film Ayat-Ayat Cinta 1 atau Krisdayanti pada film Surga Yang Tak Dirindukan. Inilah sebabnya lagu-lagu tersebut mudah dihafal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton untuk menyaksikan film ini.
  3. Yang membuat film tersebut menarik juga dialognya yang mudah sekali dijadikan quote, misalnya, “Nggak ada perempuan yang  ikhlas berbagi, yang  ada kita sama-sama berkorban.” (Meirose: Surga Yang Tak Dirindukan).
  4. Baik film Ayat-Ayat Cinta  dan  Surga Yang Tak Dirindukan adalah adaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dan Asma Nadia.bagi mereka  yang sudah terlebih dulu membaca novel-novel tersebut pasti penasaran dengan filmnya.
  5. Alasan lain selain yang telah disebutkan di atas adalah merupakan penggemar berat para pemainnya, tertarik dengan ceritanya, atau ingin berpartisipasi dalam memajukan film nasional.

Film dengan tema poligami memang banyak diproduksi bahkan mungkin sebelum generasi kita dilahirkan. Salah satu yang meraih banyak penghargaan internasional adalah Berbagi Suami  (2006) karya Nia Dinata. Film  ini mengangkat kisah tentang tiga orang wanita yang mempunyai tingkat pendidikan serta status social yang berbeda-beda tetapi bernasib sama yaitu dipoligami oleh pasangan mereka. Konflik batin dan sikap mereka dalam menerima poligami adalah unsur yang ditonjolkan dalam film tersebut, yaitu bagaimana sudut pandang wanita dalam memandang kondisi tersebut.

 

Di tahun 2008, dirilis film Ayat-Ayat Cinta yang sempat meraih rekor sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak. Yang membedakan antara film Berbagi Suami dengan Ayat-Ayat Cinta adalah kali ini film tersebut mengangkat sudut pandang laki-laki dalam melihat poligami. Karakter utama film ini adalah seorang pria mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo yang berasal dari kota kecil di Indonesia bernama Fahri yang kemudian menikah dengan wanita Mesir bernama Aisha. Sejak awal sesungguhnya ia tak ingin berpoligami tetapi keadaan yang membuatnya harus mengambil keputusan untuk sekaligus menikah dengan Maria.

 

Sementara film bertema poligami yang baru saja dirilis adalah Surga Yang Tak Dirindukan, yang mengangkat kisah Arini dan Pras. Kelakhidupan rumah tangga mereka yang sempurna dan bahagia mulai goyah dengan kehadiran Meirose yang dinikahi Pras karena belas kasihan. Untuk actor pemeran pelaku poligami ini memang merupakan spesialisasi Fedi Nuril yang juga bermain pada film Ayat-Ayat Cinta. Selain film layar lebar, ada pula film pendek Sendiri Diana Sendiri karya  Kamila Andini yang juga mengangkat tema poligami dan sukses meraih penghargaan pada festival film Short Cuts Toronto International Film Festival. Bagaimana kalau pendapat Anda sendiri?