Film Bertema Poligami Di Tanah Air

Hingga saat ini poligami bagi kebanyakan orang masih merupakan tema yang sensitive dan controversial untuk dibahas walaupun istilah tersebut sudah sangat akrab dalam keseharian kita. Beberapa orang mungkin setuju dengan alasan agama tetapi banyak pula lainnya yang membenci bahkan sangat anti dengan gaya hidup yang satu ini. Tema tersebut juga sempat diangkat pada beberapa film dan kebanyakan memang sukses di pasaran seperti misalnya Ayat-Ayat Cinta 1 yang diproduksi hampir sepuluh tahun yang lalu atau yang terbaru adalah Surga Yang Tak Dirindukan. Kedua film tersebut bahkan dibuat sekuelnya karena tingginya minat masyarakat pecinta film. Lalu apa alasannya film-film demikian ini laris di pasaran? Simak ulasannya berikut ini.

 

Alasan film bertema poligami laris di tanah air

Walaupun banyak orang yang kontra dengan keputusan untuk berpoligami tetapi film-film dengan tema demikian tak dapat disangkal justru diterima dengan baik oleh masyarakat kita. Lalu apa sebenarnya alasan orang hingga berbondong-bondong menontonnya?

 

  1. Film bertema poligami pada umumnya mengharukan dan membuat para penonton berempati terutama pada tokoh istri pertama togel singapore yang harus rela kehidupan rumah tangganya dimasuki oleh wanita kedua.
  2. Beberapa film bertema poligami memang mempunyai soundtrack lagu yang bagus dan digarap oleh penyanyi professional misalnya, Melly Goeslaw dan Sherina pada film Ayat-Ayat Cinta 1 atau Krisdayanti pada film Surga Yang Tak Dirindukan. Inilah sebabnya lagu-lagu tersebut mudah dihafal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton untuk menyaksikan film ini.
  3. Yang membuat film tersebut menarik juga dialognya yang mudah sekali dijadikan quote, misalnya, “Nggak ada perempuan yang  ikhlas berbagi, yang  ada kita sama-sama berkorban.” (Meirose: Surga Yang Tak Dirindukan).
  4. Baik film Ayat-Ayat Cinta  dan  Surga Yang Tak Dirindukan adalah adaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dan Asma Nadia.bagi mereka  yang sudah terlebih dulu membaca novel-novel tersebut pasti penasaran dengan filmnya.
  5. Alasan lain selain yang telah disebutkan di atas adalah merupakan penggemar berat para pemainnya, tertarik dengan ceritanya, atau ingin berpartisipasi dalam memajukan film nasional.

Film dengan tema poligami memang banyak diproduksi bahkan mungkin sebelum generasi kita dilahirkan. Salah satu yang meraih banyak penghargaan internasional adalah Berbagi Suami  (2006) karya Nia Dinata. Film  ini mengangkat kisah tentang tiga orang wanita yang mempunyai tingkat pendidikan serta status social yang berbeda-beda tetapi bernasib sama yaitu dipoligami oleh pasangan mereka. Konflik batin dan sikap mereka dalam menerima poligami adalah unsur yang ditonjolkan dalam film tersebut, yaitu bagaimana sudut pandang wanita dalam memandang kondisi tersebut.

 

Di tahun 2008, dirilis film Ayat-Ayat Cinta yang sempat meraih rekor sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak. Yang membedakan antara film Berbagi Suami dengan Ayat-Ayat Cinta adalah kali ini film tersebut mengangkat sudut pandang laki-laki dalam melihat poligami. Karakter utama film ini adalah seorang pria mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo yang berasal dari kota kecil di Indonesia bernama Fahri yang kemudian menikah dengan wanita Mesir bernama Aisha. Sejak awal sesungguhnya ia tak ingin berpoligami tetapi keadaan yang membuatnya harus mengambil keputusan untuk sekaligus menikah dengan Maria.

 

Sementara film bertema poligami yang baru saja dirilis adalah Surga Yang Tak Dirindukan, yang mengangkat kisah Arini dan Pras. Kelakhidupan rumah tangga mereka yang sempurna dan bahagia mulai goyah dengan kehadiran Meirose yang dinikahi Pras karena belas kasihan. Untuk actor pemeran pelaku poligami ini memang merupakan spesialisasi Fedi Nuril yang juga bermain pada film Ayat-Ayat Cinta. Selain film layar lebar, ada pula film pendek Sendiri Diana Sendiri karya  Kamila Andini yang juga mengangkat tema poligami dan sukses meraih penghargaan pada festival film Short Cuts Toronto International Film Festival. Bagaimana kalau pendapat Anda sendiri?