Tunggu Situasi Aman untuk Mengavakuasi WNI ‘Pendakwah’ dari Marawi

Filipina selatan sekarang pasalnya sedang dilanda perang. Pasukan pemerintah Filipina sedang bertempur melawan para pasukan pemberontak yang mana mereka adalah pasukan yang pro-ISIS. Dan di sana ada sejumlah 16 WNI yang menunggu pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi mereka. Namun pemerintah masih menunggu amannya kondisi untuk mengavakuasi para WNI ‘pendakwah’ tersebut.

 

Enam Belas WNI Minta dievakuasi Pemerintah Indonesia

Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa para WNI ‘pendakwah’ tersebut sudah meminta bantuan guna dievakuasi. “Oleh sebab itu, KJRI di Davao sekarang ini sedang melakukan rapat koordinasi dengan para aparat keamanan setempat guna mengevakuasi mereka semua. Tapi sampai dengan kemarin Minggu (28/5) situasinya menurut aparat keaman setempat belum kondusif untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya. Oleh karena itu lah pihak Iqbal masih harus menunggu sampai aparat keamanan setempat menganggap bahwa situasinya cukup kondusif untuk melakukan evakuasi.

 

Sebenarnya, menurut Iqbal, ada 17 WNI yang berada di Marawi Pulau Mindanao, tapi satu orang telah menetap di kota tersebut. “Sementara itu ada 16 orang WNI yang mana adalah anggota Jamaah Tabligh dan mereka terbagi menjadi 2 kelompok, 10 orang dan 6 orang. Tapi yang 16 orang itu, keberadaan mereka sudah terdeteksi oleh aparat keamanan sanadomino setempat karena sejak mereka datang, pihak yang mana menangani mereka di sana telah memberitahukan secara tertulis mengenai keberadaan mereka semua di Marawi,” imbuhnya. Iqbal juga menambahkan bawah keenambelas WNI tersebut berada di Marawi dalam merangka melakukan dakwah.

 

Klarifikasi ada WNI yang Tewas

Kabarnya, dan hal ini dibenarkan oleh Iqbal, bahwa keenambelas WNI tersebut melakukan dakwah selama kurang lebih 40 hari. Selain dakwah, diketahui mereka tidak memiliki misi yang lainnya. “Kita sudah mengonfirmasi ini kepada aparat keamanan setempat dan menurut mereka keenambelas WNI di sana tidak membuat masalah. Karena memang sebenarnya markas Jamaah Tabligh di Filipina letaknya di Masjid Abu Bakar Assidiq yang mana ada di kota Marawi,” imbuh Iqbal lagi.

 

Sebelumnya, militer dari Filipina mengumumkan bahwa ada beberapa milisi asing termasuk juga dari Indonesia yang tewas dalam pertempuran di Marawi. Namun sampai saat ini menurut Iqbal pemerintah Indonesia masih belum bisa mengklarifikasi ke Filipina dan mendapatkan konfirmasi dari mereka tentang rincian identitas WNI yang tewas tersebut, jikalau memang benar ada WNI yang tewas.

 

Setelah Angkatan Udara Filipina sudah menyampaikan pemberitahuan bahwa seorang WNI tewas, pemerintah Indonesia, Departemen Luar Negeri langusng minta klarifikasi terkait masalah itu.

 

Sedikit menengok ke belakang tentang terjadinya perang. Pertempuran antara pemerintah Filipina dan sejumpah pemberontak yang pro terhadap ISIS itu pecah pekan lalu sesudah militer Filipina menggrebek sebuah rumah yang diyakini sebagai tempat persembunyian dari komandan Kelompok Abu Sayyaf dan juga pemimpin milisi yang bersimpati dengan kelompok radikal Islam, ISIS, Isnilion Hapilon.

 

Perang tersebut bukan hanya berdampak pada warna negara Filipina khususnya Filipina Selatan dan juga khususnya lagi yang bertempat tinggal di kota Marawi, namun juga bagi warga negara lain tak terkecuali WNI. Oleh karena itu pemerintah Indonesia sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi bagi WNI yang sedang berdakwah di sana. Pemerintah juga tidak bisa sembarangan menggunakan waktu mereka, di samping menunggu, mereka juga menunggu konfirmasi dari aparat keamanan setempat tentang kondisi di sana yang bila kondusif, pemerintah Indonesia langsung melakukan evakuasi.