Klopp Tolak Klub Premier League Lainnya Sebelum Menangani Liverpool

Berita datang dari Jurgen Klopp yang mana mengaku bahwa dirinya sempat menolak klub Inggris yang dipenuhi dengan sejarah sebelum dirinya mengambil alih posisi sebagai menejer dari Liverpool di tahun 2015 karena dirinya tak menyukai gaya permainan dari mereka dan juga tak terlalu tertarik.

Impian Jurgen Klopp

Pelatih yang berasal dari Jerman itu pasalnya menggantikan posisi dari Brendan Rodgers yang mana bertanggung jawab 2 tahun lalu dan juga memimpin The Reds kembali pada Liga Champions dalam musim penuh pertama mereka bertanggung jawab tepatnya di Anefield. Serta, dirinya sudah menetapkan pendangannya guna mengangkat gelar Premier League selama dirinya berada di Liverpool. Bos dari Liverpool ini pasalnya sekarang dikabarkan sedang berisitirahat di Afrika Selatan karena ada jeda internasional yang kini tengah berlangsung. Ia juga sempat bertemu dengan beberapa penggemarnya pada hari Rabu (8/11) untuk mengadakan sesi tanya jawab.

Saat ia ditanya kenapa dirinya pindah ke Merseyside, dirinya memberikan jawaban yang cukup jelas. “Saya dapat tawaran klub Inggris yang sangat bersejarah 2 tahun lalu namun saya tak pernah merasakan kenyamanan dengan bagaimana mereka memahami apa yang namanya sepak bola. Rasanya tak bagus. Dan ketika Liverpool memanggil saya, saya pun tak bisa menjelaskannya. Ini adalah hal yang benar,” ungkapnya.

Klopp pun percaya bahwa dirinya bisa mengakhiri kekeringan panjang gelar yang dialami oleh Liverpool, akan tetapi ia mengakui bahwa Liga Champions pasalnya akan lebih sulit lagi kerena ini adalah persaingan financial. “Ada 2 buah tim yang mana dimiliki oleh sebuah negara yang ada di Eropa, sehingga ini akan membuatnya sulit juga untuk bisa memenangkan Liga Champions. Namun di Inggris, kami dapat memenangkan Premier League, namun kami butuh sedikit apa yang dinamakan keberuntunga,” imbuhnya.

Klopp juga mengklaim bahwa dirinya hanya da 1 buah kekalahan dalam kariernya menjadi menejer smapai saat ini yang mana terus saja menghantuinya. Kekalahan itu adalah saat melawan Borussia Dortmund pada final Liga Champions yang diselenggarakan di Bayern Munich pada tahun 2013 silam. “Hanya ada 1 buah kekalahan yang sudah saya selesaikan guna menyingkirkan, yakni Final Liga Champions bersama dengan Dortmund. Final Liga Champions merupakan satu-satunya pertandingan yang mana sangat ingin saya mainkan lagi. Namun saya tak hidup untuk masa lalu. tujuan dari saya adalah bisa mengumpulkan momen dan juga duduk dengan senyum di sana, di wajah saya tentunya, ketika saya sudah tua nanti,” lanjutnya lagi.

Rumor Liverpool Lainnya

Di samping tidak lagi Jurgen Klopp memenejeri Liverpool, ada satu buah rumor yakni tentang ketidakpastian seputar masa depan dari Can yang pastinya menimbulkan spekulasi yang ada hubungannya dengan kabar kepindahan dirinya dari Liverpool pada musim panas esok. Pasalnya pemain raja poker yang berasal dari Jerman tersebut bakal berstatus bebas klub dan juga telah mulai dapat berbicara dengan klub asing lainnya yang mana dimulai pada bulan Januari esok.

Mantan gelandang Chelsea, Lampard, merasa bahwa situasi yang didapatkan oleh Can ini akan sangat merugikan Liverpool. “Saya pikir ini adalah hal yang agak disayangkan untuk klub. Dengan Arsenal, kalian bisa mengatakan bahwa mereka akan membiarkan kontrak Mesut Ozil dan juga Alexis Sanchez berakhir, namun dengan Can, yang mana setahun atua juga 18 bulan lalu, saya tak yakin. Kami mengatakan bahwa Liverpool harus lah mendaftarkannya,” ungkapnya.

FC Barcelona Bakal didepak dari La Liga?

FC Barcelona saat ini sama sekali tidak bisa dikatakan hanya memiliki peran sebagai penonton yang netral tentang pertanyaan soal kemerdekaan Katalonia yang terjadi di beberapa tahun terakhir ini. klub tersebut sudah mengaitkan dengan tegas warna mereka bakal ke pilar gerakan yang manakah, yang merencanakan referendum kemerdekaan Katalonia tanggal 1 Oktober esok. Ini lah sebuah referendum yang mana dinyatakan illegal oleh pemerintahan pusat yang ada di Madrid.

Garis Abu-Abu FC Barcelona

Namun sekali lagi, posisi dari FC Barcelona bahkan sampai sekarang masih menimbulka suatu pertanyaan yang mana lebih mendesak seiring dengan situasai dan kondisin yang mana sekarang ini makin panas saja. Bahkan saat ini sudah dikerahkan polisi Garda Sipil yang digunakan untuk mengangkapi tokoh-tokoh separatis serta untuk menyita bahan-bahan persiapan dari referendum.

Akankah Katalonia yang mana merdeka bakal membuat kejuaraan La Liga Spanyol mendepak salah satu klub sepak bola yang paling bergengsi tersebut?

Dan bagaimanakah juga dengan nasip penggemar pertandingan klasik El Clasico yang sudah sangat terkenal di seluruh belahan dunia antara Barcelona dan juga seteru paling hebatnya, Real Madrid? Mereka menciptakan sebuah pertarungan yang mana sejauh ini bisa menempatkan keunggulan Madrid dengan jumlah kemenangan 95 kali sementara itu Barcelona hanya bisa memberikan sebanyak 91 kemenangan saja?

Mereka yang mana sejatinya bertanggungjawab di FC Barcelona memang bersikeras bahwa mereka bukanlah politikus. Mereka menegaskan bahwa klub tak memiliki posisi guna memilih “YA” untuk kemerdekaan ataupun juga memilih liga mana yang akan mereka ikuti seandainya Katalonia memisahkan diri mereka dari Spanyol.

Akan tetapi pada tahun 2014, FC Barcelona sendiri telah bergabung dengan Pakta Nasional guna memutuskan sebuah wadah yang mana terdiri dari beberapa partai politik dan juga ormas (organisasi masyarakat) sipil yang mana mereka mendukung adanya referendum kemerdekaan untuk Katalonia.

Dan Garda Sipil, pada hari Rabu (27/9) kemarin menangkap pejabat pemerintahan Catalan. Dan klub akhirnya mengeluarkan sebuah statement politik yang mana dianggap paling terang-terangan selama ini dengan mengatakan bahwa mereka membela. Mereka mengatakan bahwa demokrasi, penentuan nasip sendiri dan kebebasan berbicara harus dibela.

Terkesan Membela: Bagaimana Tanggapan Barca Soal El Clasico?

Apa saja yang terjadi selama beberapa minggu serta beberapa bulan ke depan, klub tersebut nampaknya sudah yakin bahwasanya mereka bakal selalu bisa memilih di liga mana mereka akan ikut dan bermain.bahkan apabila warga Katalan memilih meninggalkan Spanyol, maka Barcelona sangat percaya Spanyol tidak akan pernah mau berhenti untuk menyaksikan El Clasico.

“Kami bakal tetap berada di liga yang sama dengan Espanyol,” ungkap Carles Villarubi, Wakil Presiden FC Barcelona. Pada awal bulan ini, memang mengacu pada klub kedua di Barcelona itu, Espanyol, akan tetapi penggemarnya dianggap memihak Spanyol. Akan tetapi, Javer Tebas, selaku presiden dari Liga Sepak Bola Profesional Spanyol yang mana mengelola La Liga Spanyol malah mengeluarkan suatu pernyataan yang dianggap serangan balik. Ia mengatakan, “Apabila terjadi proses kemerdekaan di Katalonia, maka Barcelona tak bisa memilih di mana kah mereka akan bermain.”

Nampak sekali bahwa tidak banyak orang yang memiliki keinginan sebuah liga nasional Katalan yang mana didominasi oleh satu satu klub yang paling besar di dunia. Bisa membayangkan Lionel Messi berhadapan dengan pemain-pemain belakang klub togel singapura yang mana mereka adalah semiprofessional Katalan di tiap hari Minggu? Nampaknya gambaran itu sulit dibayangkan.

Real Madrid Ditelanjangi Girona 2 – 1 di La Liga

Siapa yang bisa menebak akhir dari sebuah pertandingan sepakbola?Terkadang, prediksi sejitu apapun bisa meleset. Memang, klub yang lebih besar dan lebih kuat bisa memiliki kesempatan lebih besar untuk menang, tetapi bukan berarti klub yang lebih kecil dan lemah akan selalu dikalahkan. Buktinya, banyak yang awalnya mengira Real Madrid akan menang dengan mudah saat berhadapan dengan Girona, tapi faktanya, Girona dapat melumpuhkan kekuatan Real Madrid dengan skor yang menyedihkan bagi El Real.

Girona Kalahkan Real Madrid 2 – 1

Ya, meskipun mereka belum pernah memenangkan piala besar, tidak seperti Real Madrid, pada kenyataannya Girona telah memenangkan gelar regional Catalan sebanyak dua kali. Mereka juga telah memenangkan Divisi Keera Spanyol (Tercera Division) lima kali dan kelompok mereka – meski bukan gelar keseluruhan – berhasil menang di tingkat ketiga (Divisi Segunda B) dan Divisi Kedua (Segunda Division) masing-masing satu kali.

Sang juara Real Madrid telah mengalami kekalahan yang bisa dibilang sangat memalukan di La Liga untuk pertama kalinya saat melawan Girona.Kini, mereka juga tertinggal delapan poin dari pimpinan klasemen sementara, Barcelona.Berita ini cukup mengejutkan karena Real Madrid memiliki materi yang sempurna.Apalagi, Real Madrid juga sedang berjaya dengan kemenangan yang bisa dikatakan tak terkalahkan sebelumnya.Namun, skor 2 – 1 melawan Girona ini seperti mimpi buruk.

Alhasil, hasil pertandingan tersebut membuat tim asuhan Zinedine Zidane berada di posisi ketiga setelah 10 pertandingan dan berada di belakang Barca dan Valencia yang tak terkalahkan, sementara Girona mengumpulkan kemenangan ketiga mereka di musim ini. Girona sepertinya berhasil memainkan strategi dan permainan dengan sangat baik walau terlihat cukup kerepotan menghadapi raksasa Real Madrid.

Girona Akan Semakin Gemilang

Ini adalah musim debut Girona yang merupakan tim Catalan di dalam pertandingan papan atas sepak bola Spanyol. Girnoa sendiri didirikan pada tahun 1930.Skuad yang mereka turunkan pada pertandingan kemarin adalah kombinasi dari skuad utama dan pinjaman serta pemain bebas.Menariknya, karena Catalonia sendiri sedang memperjuangkan haknya untuk merdeka dari Spanyol, pada pertandingan tersebut juga terlihat bendera Catalonia dan pertandingan melawan Real Madrid benar-benar lebih berkesan lagi.

Sehingga, kemenangan Girona yang merupkan klub Catalonia atas Real Madrid yang merupakan sang Juara Spanyol dan Eropa saat ini membuat mereka mendapatkan penghargaan sepenuhnya dari para pendukung dewa poker karena telah berhasil melakukan pertandingan tersebut dengan sangat baik. Ini terlihat saat tembakan silang Maffeo melingkar di atas kiper Kiko Casilla dan keluar dari tiang gawang, begitu pula sundulan Portu yang membentur sasaran.

Girona hanya memberikan kesempatan Real Madrid membalas 1 gol saja. Mereka terus melakukan serangan pada babak kedua dan mengubah permainan dalam waktu empat menit.Serangan naluriah Portu menutup kemenangan dengan sangat baik dan bisa dikatakan membanggakan baik dilihat dari sisi kemenangan klub maupun dari sisi politik Catalonia saat ini.

Bagi Real Madrid sendiri, ada beberapa fakta yang cukup menyakitkan tentang kekalahan ini. Sebelum kalah melawan Girona, Real Madrid belum pernah merasakan kekalahan selama 58 pertandingan sebelumnya di La Liga usai mereka dikalahkan oleh Almeria pada 2008. Real Madrid juga telah meraih 13 pertandingan dengan kemenangan beruntun dan yang  terpanjang yang pernah ada oleh tim manapun di lima liga domestik teratas di Eropa.

Selain itu, dari sisi tropi yang didapatkan, Real Madrid telah mendapatkan 85 tropi dan Girona sama sekali belum pernah mendapatkan tropi bergengsinya. Sedangkan dari sisi keuangan, Girona hanya sekitar £37 juta sedangkan Real Madrid hingga £657 juta.Stadion yang dimiliki El Real sebanyak 81,000 orang dan Girona hanya 13,500 orang.

Leon Britton Sangat Yakin Gylfi Sigurdsson Bakal Gabung Everton

Leon Britton, kapten Swansea City, amat sangat yakni bahwa gelandang Gylfi Sigurdsson akan segera menyelesaikan soal kepindahannya ke Everton. Ia bahkan sangat yakin, hal itu akan terjadi cepat atau lambat. Menurutnya, kepindahan Sigurdsson KE Everton terkendala soal harga sang pemain itu saja.

Britton Anggap Semuanya bisa Berubah dalam Semalam

Sigurdsson akhir-akhir ini sudah sering dikaitkan dengan kabar kepindahannya ke Goodison Park yang diprediksi pada musim ini. akan tetapi Swansea City dilaporkan bertahan dengan keputusannya bahwa sang pemain tersebut baru bisa hengkang dari klub asal Merseyside itu bersedia membayarkan mahar sebesar Rp. 850 milyar.

Britton sendiri menerima kenyataan bahwa rekan satu timnya sudah hampir pasti bakal pergi. Hal itu diperkuat dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa pemain tim nasional asal Islandia tersebut sudah membuktikan kelasnya yang berbeda sesudah ia membuat 9 gol dan juga 13 buah assist pada Premier League di musim lalu. britton menjelaskan, “Statistiknya tahun yang lalu dalam hal assist dan juga gol sanga mengesankan. Anda mungkin bakal berpikir bahwa ia mampu bermain untuk salah satu klub di bagian atas klasemen.”

Britton menambahkan, “Dia juga mempunyai pengaruh yang sangat besar di lini depan. Namun sayangnya, kami hanya Swansea, saat tim yang bahkan lebih besar di atas kami datang, maka memanggil itu sulit untuk menahannya.”

“Klub sudah berdiri teguh dengan semua keputusan mereka. dan mereka yang menginginkan jumlah 50 Euro. Saya tidak tahu apa ini akan selesai. Saya rasa Everton mungkin saja menawarkan sekitar 40-45 Euro jadi saya rasa aka nada beberapa pergeseran dan Gylfi bakal pergi,” imbuhnya.

Sigurdsson sendiri pasalnya sudah membantu Swansea menhindari degradasi musim yang lalu. dan kepergiannya bakal menjadi pukulan yang sangat hebat bagi The Swans. Britton amat sangat ingin klub itu menaklukkan investasi yang sangat tepat guna mencari penggani pemain yang usianya 27 tahun itu. “Jika ia pergi, sangat penting untuk kami untuk menggantinya dengan pemain yang kualitasnya sama, sebanyak yang kami mampu. Anda tak pernah tahu, semuanya bisa saja berubah dalam semalam sehingga Anda hidup dengan harapan bahwa ia akan bertahan. Namun Everton sudah menawarkan banyak uang dan Anda akan mengira bahwa mereka tidak terlalu jauh darinya,” tukas Britton.

Everton dan Paceklik Gelarnya

Salah satu pemain Everton, Leighton Baines, bertujuan untuk mengakhiri kekeringan thropy yang dialami oleh Everton. Pasalnya kekeringan tropi itu sudah berlangsung selama satu musim dari 2017-18. Baines sendiri mempecayakan semuanya pada sang manajer, Ronald Koeman, yang sekarang telah mempunyai skuat yang bisa menjadi penantang serius gelar.

Baines sendiri yang bermain dalam kekalahan Piala FA 2009 saat melawan Chelsea dan juga saat Everton menelan pil pahit kekalahan pada laga semifinal kontra Liverpool pada tahun 2012 itu dan juga Manchester United pada tahun 2016 itu mengatakan bahwa ia dan klubnya mempunyai tujuan untuk memenangkan tropi.

“Itu dia yang menjadi tujuan manajer datang ke klub ini. untuk mendorong kami semua untuk naik level. Selama waktu saya di sini, kami sudah bertemu beberapa kali di semifinal dewa poker dan juga final. Beberapa kali juga perjalana ke Wembley namun kami tidak berdaya pada rintangan terakhir,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa hal itu akan sangat berarti bagi klubnya, dan itu lah tujuan proyek tersebut ketika sang manajer datang dan dilanjutkan dengan sang pemilik baru.

Duet Bek Maut Dalam Sepak Bola Inggris

Dalam skema atau formasi sepak bola, posisi bek tengah acapkali menjadi yang terpenting dan menentukan. Sebuah nama besar saja tak cukup  andai yang  bersangkutan tak dapat bermitra dengan baik bersama bek lain bila menjadi pertahanan terakhir tim. Inilah sebabnya ada istilah duet bek maut yang menjadi benteng pertahanan berlapis yang sulit ditembus oleh tim rival. Bila pada sepak bola italia Anda mungkin mengingat Paolo  Maldini dan Franco Baresi yang berperan menjadi tembok kokoh Milan  mulai tahun 1985 hingga 1997, lalu bagaimana dengan sepak bola Inggris. Simak ulasannya berikut ini.

 

Duet bek maut legendaries dalam sepak bola Inggris

Inilah duet bek maut yang kokoh dalam tim sepak bola Inggris.

 

  1. Sami Hyypia dan Stephane Henchoz (Liverpool)

Kalimat yang cocok disematkan pada kedua bek maut tersebut adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Keduanya solid dan tangguh memperkuat Liverpool pada gelar Liga walaupun tim tersebut tak mampu meraih juara. Chemistry keduanya telah terbentuk begitu kuat tanpa komunikasi saat berjuang membuang dan menyapu bola yang memasuki pertahanan Liverpool. Keduanya mengantarkan treble Liverpool memenangkan Piala FA, Piala UEFA, serta Piala Liga di bawah Gerard Houllier. Dengan tinggi badan di tas rata-rata, kedua pesepakbola ini begitu mahir dalam bola atas. Keduanya bermitra selama 3 tahun sebelum Henchoz akhirnya digantikan oleh Jamie Carragher.

 

  1. Sol Campbell dan Kolo Toure (Arsenal)

Kolo Toure sang Legenda Arsenal memang mengawali karier sebagai gelandang bertahan pada dan menjadi bek terbaik. Untuk musim 2003-2004 akhirnya ia dipindahkan ke bek tengah untuk berduet dengan Campbell. Arsenal mengalami masa keemasan karena selama musim tersebut duet tersebut sanggup meminimalkan kebobolan hanya 12 gol pada 19 pertandingan dalam gelaran Liga Inggris. Kekuatan serta kecepatan Toure membuatnya menjadi pemain yang menyolok pada musim tersebut bagi The Gunners.

 

Steve Bould dan Tony Adams

Keduanya telah bermain bersama sejak 1988 dan sanggup menciptakan pertahanan kuat bagaikan tembok raksasa Tiongkok di bawah George Graham. Bek maut ini juga sukses mengantarkan timnya meraih piala ganda selama musim 1997 – 1998 bagi Arsenal serta liga. Ciri khas permainan keduanya walaupun tak terlalu banyak bicara saat di lapangan adalah tanpa kompromi dan sangat lugas.

 

John Terry dan Ricardo Carvalho (Chelsea)

Bersama John Terry, Ricardo Carvalho memang sempat menjadi pilar yang menakutkan di Chelsea. Sebelum Ricardo Carvalho tiba di Stamford Bridge, John Terry berjuang untuk memperoleh partner terbaik untuk bagiannya di belakang. Ia memang sempat disatukan dengan sejumlah nama tetapi tak ada yang bisa mengimbanginya. Marcel Desaily adalah pemain yang sudah terlalu uzur, sementara Robert Huth justru terlalu muda dan sering tak dapat diandalkan, demikian pula dengan William Gallas yang performanya tak konsisten. Jose Mourinho, pada musim pertamanya di Chelsea memboyong Carvarho dari klub lamanya yaitu FC Porto.

 

Bersama Klub Portugal ia sukses membawa timnya memenangi Liga Champions dan berikutnya adalah penampilan apiknya di Stamford Bridge. Pada gelar Di musim pertamanya  nyatanya Mourinho sukses memperkuat Chelsea dengan gelar Premier League. Kesuksesan togel hongkong tersebut tentu tak lepas dari duo bek maut, Terry dan Carvalho. Sepanjang musim tersebut Chelsea hanya kebobolan 15 gol sementara pada tahun berikutnya hanya 22 gol. Duet ini sulit ditembus tim rival karena karakter kepemimpinan Terry, sementara Carvalho berhasil menambahkan keseimbangan pada lini belakang.

 

Owi/Butet Bocorkan Kunci Kemenangan Dalam Indonesia Open 2017

Meskipun dilanda cedera, namun Butet dan juga Owi masih tetap berjuang hingga titik darah penghabisan dalam final Indonesia Open 2017 yang berakhir tadi malam dan hasilnya pun sangat mengejutkan. Keduanya berhasil untuk mengamankan satu gelar di Indonesia ini setelah berhasil mengandaskan pasangan Tiongkok. Keduanya pun mengatakan jika mereka memiliki kunci kesuksesan yang mampu membuat mereka menang.

Rahasia Kesuksesan Owi Butet Dalam Indonesia Open 2017

Berhasil juga pasangan ganda campuran terbaik milik Indonesia yang sekaligus peraih medali emas Olimpiade 2016 silam ini meraih gelar juara dewa poker pertama Indonesia Open 2017. Tadi malam mereka pun berhasil membuat unggulan pertama asal Tiongkok mengakui kehebatan pasangan Owi dan Butet. Ini bukanlah gelar pertama untuk Butet sebenarnya karena sebelumnya, Lilyana Natsir pernah merasakan gelar ini ketika berpasangan dengan Vita Marissa dan juga Nova Widianto. Namun ini merupakan gelar pertama Butet setelah berpasangan dengan Tontowi Ahmad sehingga jelas saja apabila keduanya benar-benar larut dalam kebahagiaan ketika berhasil menang 2 set langsung.

Butet pun mengatakan seperti yang dilansir oleh Sindo News tepat setelah berhasil menang bahwa dirinya mengucapkan terima kasih untuk keluarga dan juga masyarakat Indonesia yang mendukung mereka sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia apalagi Indonesia adalah tuan rumah. Dirinya pun juga mengatakan sangat senang bisa meraih gelar pertama dengan Owi bahkan Owi pun juga mengatakan terima kasihnya termasuk dirinya membawa serta anak dan istri untuk menonton dan menyaksikan keduanya berlaga demi mengharumkan nama Indonesia. Sontak Tiongkok pun gagal membawa tiga gelar dan hanya mampu menang di ganda putra dan ganda putri.

Butet juga menambahkan bahwa dirinya mengaku masih merasa sakit karena dirinya sedang mengalami cedera bahu yang masih dalam masa penyembuhan. Tetapi, ia pun membeberkan sesuatu yang menjadi kunci kesuksesannya yaitu manajemen tenaga apalagi perbedaan usia yang cukup jauh membuat pasangan Cina jelas jauh lebih unggul dari segi tenaga. Butet juga mengatakan jika mereka mempelajari semua permainan lawan melalui rekaman video sehingga mereka bisa mengetahui kelemahan lawan dan akhirnya juga bia menekan serangan dan smash keras sekaligus agresif dari lawannya yang masih berusia kepala 2 sementara 2 pasangan Indonesia berkepala 3.

Kunci Kemenangan Owi/Butet Dalam Indonesia Open 2017

Ini yang membuat mereka berhasil menang dan tidak lagi dikalahkan oleh pasangan Cina. Butet juga mengatakan jika mereka sudah tahu benar jika lawan yang akan dihadapi ini sangat tangguh dan sebelumnya keduanya pernah sekali bertemu namun hal itu sudah terjadi cukup lama sekali. Dari video ini, mereka bisa tahui bahwa pemain Tiongkok memang sangat mudah, kuat dan cepat. Wanita yang lahir di Manado ini pun juga menambahkan pernyataannya bahwa mereka bermain hanya cukup fokus dan juga all out sehingga berhasil menjadi pemenang dan meraih gelar pertama untuk turnamen Indonesia Open ini. Fakta ini memang cukup unik bagi pasangan ganda campuran terbaik.

Di negara orang, pasangan Owi dan Butet ini sudah menimbun banyak sekali gelar dan bergelimang dengan kemenangan namun di negara sendiri dalam turnamen Indonesia Open, mereka baru merasakan juara ini tadi malam. Dia bahkan menambahkan jika mereka sudah pernah meraih 3 kali juara All England bahkan Olimpiade tahun lalu namun baru ini mereka bisa meraih gelar di negeri sendiri dengan pasangan yang berbeda. Meskipun demikian, Indonesia juga harus berbenah sebab mereka harus segera menemukan bibit baru dalam bulutangkis mengingat keduanya tidak muda lagi.

Satu gelar Indonesia Open 2017 ini merupakan sebuah inspirasi besar bagi pemain muda untuk terus menggali bakat sehingga mereka pun kembali berjaya dan bulutangkis Indonesia semakin hebat.