Dilarang, Korut Terus Menguji Lebih Banyak Rudal Darat

Korea Utara sepertinya semakin menunjukkan kekuatan militernya dan tidak peduli dengan apa yang dilontarkan negara lain khususnya negara tetangga dan Barat yang melarang aktivitas militer Korut. Bagaimanapun, Korut saat ini sudah sering meluncurkan rudal hasil dari penelitian mereka termasuk bom dan peralatan militer lainnya. Kini, Korut menguji semakin banyak rudal yang membuat negara tetangga semakin khawatir akan perdamaian dan perbatasan.

Uji Banyak Rudal Darat

Korea Utara meluncurkan tembakan rudal di lepas pantai timurnya dan menentang tekanan global untuk menghentikan program persenjataannya. Korea Utara telah meluncurkan beberapa rudal darat-ke-kapal (rudal yang dilepaskan dari darat dan mengarah ke kapal di tengah laut) yang di lepas pantai timurnya. Begitu menurut pihak militer Korea Selatan.

Rudal yang diluncurkan pada hari Kamis pagi dari kota pesisir Wonsan menempuh jarak sekitar 124 mil, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan. Rudal tersebut terbang di ketinggian 1,2 mil sebelum jatuh ke Laut Jepang. Ini juga yang akhirnya membuat Jepang tidak bisa menerima perlakuan Korut. Menteri luar negeri Jepang Fumio Kishida mengatakan: “Kami tidak dapat mentolerir tindakan provokatif semacam ini.”

Kishida mengatakan bahwa rudal tersebut tidak mendarat di wilayah Jepang dan tidak memiliki dampak langsung terhadap keamanan. Tapi tindakan tersebut tetap merupakan tindakan provokatif yang bisa memicu kesalahpahaman. Tes tersebut dilakukan meski ada perpanjangan sanksi PBB kurang dari seminggu yang lalu dan melanjutkan tekanan diplomatik pada Korea Utara untuk mengakhiri program nuklir dan rudal mereka.

Korea Utara mengatakan bahwa program tersebut untuk melindungi diri dari agresi AS, namun mereka juga dilaporkan mencoba mengembangkan rudal balistik yang mampu mencapai daratan AS. Rudal yang diuji pada hari Kamis, bagaimanapun, dianggap bertujuan untuk membela negara tersebut dari kapal perang, dari serangan negara togel hongkong lain.

Larangan yang Tak Diindahkan

Selain itu, sementara resolusi PBB melarang Korea Utara untuk menguji teknologi balistik, uji coba rudal jelajah diizinkan, menurut analis Jaringan Pertahanan Korea Lee Il-Woo. Dia mengatakan kepada AFP bahwa rudal jelajah “jauh lebih lambat daripada rudal balistik dan dapat ditembak jatuh oleh senjata anti-pesawat terbang”.

“Korea Utara melakukan provokasi yang dikalibrasi dengan hati-hati … namun menahan diri dari uji coba ICBM (rudal balistik antar benua) atau ledakan nuklir yang dapat menimbulkan pembalasan militer oleh (Presiden AS Donald) Trump.”

Roh Jae Cheon, juru bicara Gabungan Kepala Staf Korea Selatan, mengatakan: “Korea Utara sepertinya ingin memamerkan kemampuannya untuk secara tepat menargetkan sebuah kapal perang besar, sehubungan dengan latihan militer gabungan yang melibatkan kapal induk AS. Ia menambahkan, “Dengan menguji berbagai jenis rudal, Korea Utara tampaknya juga bertujuan untuk mengatasi hubungan dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.”

Tes tersebut merupakan yang keempat sejak presiden Korea Selatan Moon Jae In mulai menjabat pada 10 Mei. Salah satu janji pemilihan Mr Moon adalah dia akan mencoba untuk berbicara dengan rekannya dari Korea Utara Kim Jong Un. Tes tersebut juga dilakukan sehari setelah Korea Selatan mengatakan akan menunda penyelesaian sistem pertahanan anti-rudal AS yang telah membuat China kesal, sekutu terdekat Korea Utara. China khawatir radar sistem yang kuat akan mengganggu keseimbangan keamanan wilayah ini.

Korea Utara memang memiliki teknologi militer yang sangat mumpuni dan seakan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan dimana dikabarkan akan terjadinya perang yang lebih besar. Mereka juga mengetahui jika Amerika Serika baik cepat atau lambat akan melakukan agresi ke negara mereka baik secara langsung maupun tidak. Ini adalah unjuk kekuatan.